Pindah Rumah!
Written by : Afit Setiadi
Alhamdulillah, blogger udah nemenin saya selama berabad-abad lamanya, tapi apa mau dikata, bukan habis manis dilepeh kulitnya, tapi ini saatnya saya pindah rumah.
Insya Allah afitsetiadi.co.cc akan tetap saya urus, meski mungkin hanya saya kasih minum sedikit.
hhhh..
mampir ke rumah saya yang baru sekarang :
Obrolan Semalam
Written by : Afit Setiadi
Siang yang panas.
Mungkin sebagian orang muda seperti saya beranggapan bahwa bergaul dengan orang yang lebih tua itu nggak wajar.
---
Betewe, hari ini tugas saya mengolah nilai USG (Ulangan Semester Gasal) 90% sudah selesai, dan rasanya.. ahh.. inilah yang saya anggap sebagai kenikmatan. Kenikmatan yang dipetik dengan susah payah. :D
back to topic.
Eniwei, semalam saya secara nggak sengaja kongkow bareng dua orang yang lumayan "terkenal" di wilayah saya, anggap saja mereka Pak H dan Pak Y. Mereka berdua terkenal karena jabatan dan apa yang mereka miliki, kesuksesan.
Awalnya, kami bertiga hanya membahas masalah RTLH (yang saya posting kemaren), tapi lama kelamaan, muncul beberapa obrolan menarik, seputar kesuksesan mereka, dan tentu saja pengalaman mereka mengarungi hidup.
Dengan ditemani 3 gelas kopi hitam, dan sepiring tahu bakso plus cengisnya tak ketinggalan, kami mengobrol ngalor ngidul ini itu.
Dan yah.. telinga, otak dan hati saya gatal, tanpa mereka ketahui, saya mencoba mengutip apa saja yang kami bertiga obrolin. Dengan menggunakan hp, saya ketik beberapa hal yang cukup menarik bagi saya, dan mungkin akan menjadi berguna di kehidupan yang akan datang.
Tentang bagaimana seseorang bisa meraih sukses, meskipun pendidikannya nggak terlalu tinggi.
Pak H : "wheheh.. kepiwe jajal pak, kiye sing enom diwei ngerti, carane sukses kue kayangapa, ya sukses neng dunya, akherate ra ketinggalan.. kepiwe pak?"
Pak Y : "howalah.. janjane sukses neng ndunya kue akeh maceme, tur akeh carane. gari-garine wonge tok, arep dadi A, apa B, apa ngalor, apa ngidul.. sing penting gelem maju, aja mundur baen.."
Saya : "hehe.. hu uh.."
Pak H : "Ya pancen sih, kadang ana, bocah enom terutama, nek wis duwe istilaeh slogan bahwa 'nyong wong enom koh, ngembule ya karo sing enom yah', nah, sing ora maju, kaya kue contone, ya ora?"
Pak Y : "Bener kue mas, apa maning nek misale ana wong yah, wis mempeng kerja, eh mbarang diwei rejeki setitik, langsung nglunjak, ora gelem kerja maning, ora gelem priatin maning, yah.. ora bakal dadi nek kaya kue.."
Pak H : "iya kue.."
Saya : *nyengir*
Pak Y : "lah.. gampange kaya kiye, jane kunci nggo ben dadi 'wong' kue gampang, siji, pinter, loro, ora gampang kesinggung, telu, teliti, aja kelalen disipline. Angger biasane tangi gasik nggo nggolet duit, nek wis olih duit ya.. tangine tetep gasik, aja dadi males! Kue sing maraih rejekine ilang!"
Pak H : "Iya, bener, Pak, apa maning jajal? Sing penting juga, bisa maca situasi, mangsude ndeleng forum, watek-e sing lagi ngendikan, terus raut wajah sing diadepi kue kayangapa, juga bisa maraih sukses orane wong, terutama sukses neng pergaulan."
Saya : *ndomblong*
Pak Y : "Ya intine ya kaya kue tok, pancen si domong gampang pisan, tapi dilakoni, sewu siji sing teyeng! Kecuali angger bener-bener niat lah.."
Saya : *nyengir ndomblong*
okeh. Saya stop disini ajah, takut kepanjangan. hehehe.
Sejatinya setiap manusia memiliki semua yang disebutkan oleh Pak Y tadi, yaitu pinter, nggak gampang tersinggung, teliti, dan disiplin. Namun karena terpengaruh sifat bawaan dan lingkungan (mungkin), tingkat kepintaran, perasaan, ketelitian dan kedisiplinan setiap orang menjadi beda-beda.
Pinter, menurut saya, pintar itu nggak selalu identik dengan latar pendidikan, seperti contoh, mungkin si A berpendidikan sarjana, dan B hanya berpendidikan SMA saja. Mereka berdua adalah teman baik. Namun, di masa datang, B lebih mudah dalam mendapatkan rizki berupa pekerjaan, 180 derajat berbalik dengan A. Setelah ditelusuri, ternyata B, meskipun hanya memiliki ijazah SMA, pintar bergaul, nggak milih teman, nggak mandang siapa siapa yang digaulijadikan teman. Sedangkan A, karena memang sifatnya yang kurang open terhadap orang, jadi minder, dan nggak gaul, pilih temen, dan akhirnya, nggak sukses.
Kalo ngomongin nggak mudah tersinggung, sebenarnya susah menurut saya, karena manusia itu punya batas. Ambil contoh, semisal saya, tiba tiba ada beberapa orang mengkritik saya tentang apa yang saya lakukan. Nah, disinilah saya diuji, seberapa kuat mental saya menghadapi hidup. Istilah "Nggak Mudah Tersinggung" atau NMT akan berkorelasi terhadap "positive thinking".
Okeh, contoh lagi deh. Begitu tau saya dikritik, saya merasa tersinggung, dan apabila saya nggak kuat, saya akan down, dan memilih untuk menyerah. Tapi lain jika rasa tersinggung saya tadi, disambung-sambungkan meski nggak pake kabel dengan PT alias positive thinking. Gunakan kritik tersebut untuk perbaikan saya!
Teliti, disiplin, dan lain sebagainya, itu akan tumbuh dengan sendirinya, seiring perkembangan kedewasaan kita, sebagai manusia *teorine sapaaa?*.
Hm.. baru nyadar, serius amat yak? wakka..
duh, ini nggak seperti yang saya kira sebelumnya, maaf.
Oya, dari beberapa faktor pendukung kesuksesan tadi, masih ada satu faktor penting yang nggak boleh terlewat. Faktor ini yang sering mama saya ucapkan, dan itu yang tiap hari saya ingat.
"Sing penting sabar, mesthi bisa" adalah apa yang sering mama ucapkan. sketsa kasar di atas adalah sketsa orang yang tiap hari kupanggil mama. :D
that's all. Nggak jelas yah? but Thanks for reading.
Kok Bisa Ya?
Written by : Afit Setiadi
"Pak tua sudahlah, engkau sudah terlihat lelah, pak tua sudahlah, kami mampu untuk bekerja..pak tua.. oo.. oo"
Dengan diiringi Elpamas dengan lagunya "Pak Tua", sambil menunggu jam istirahat {baca: pulang), iseng-iseng gue mengganti layout/template blog gue yang ini, dan mengubah beberapa item yang gue anggap perlu diubah. Tujuannya, apa lagi? Membuat sesuatu yang baru.
Perubahan yang terjadi di blog gue antara lain template *yang udah gue jelasin tadi*, blog name alias nama blog, yang tadinya Catetane CahSlengob, gue ubah menjadi "sketsa", yang tentunya memiliki makna, tapi nggak gue jelaskan di sini *nanti menyusul*, serta perubahan lain yang bisa dilihat sendiri.. :D
Okeh, back to topic.
Gue dipercaya untuk ngurus KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di lingkungan gue. Gue jadi ketua untuk periode ini. Pada periode ini, KSM di lingkungan gue akan mengadakan proyek perbaikan untuk jalan setapak dan pemberantasan RTLH alias Rumah Tidak Layak Huni.
RTLH, ini yang bakal digaris bawahi kali ini.
Gue sempet motret satu rumah sasaran, dan inilah hasilnya :
Satu pertanyaan gue, "Kok bisa ya?"





